Penen Jagung di Tuban, Presiden Apresiasi Gerakan Pangan Nasional dan Inovasi Energi

0
20
Caption Photo : Presiden Prabowo didampingi Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menaiki kombi mesin panen jagung melakukan panen raya di area. (doc Cahyo - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

nubani.id – Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi Polri turut serta dalam gerakan pangan nasional dan energy serta inovasi briket arang dari tongkol jagung, hal ini dinilai mampu memperkuat perekonomian nasional ditengah krisis global.

Dalam kunjungannya tersebut Presiden tiba bersama rombongan menggunakan helikopter di lapangan Desa Pucangan, kecamatan Montong. Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Dusun Bribin, Kecamatan Merakurak sekitar pukul 13.30 WIB

Kehadiran Presiden Prabowo kali ini dalam rangka panen raya jagung serentak kuartal II, Presiden juga melakukan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta launching operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026

“Saya gembira. Bukan saya pura-pura. Saya lega. Kenapa? Karena dunia krisis energi, negara-negara panik. Tapi sekarang saya dikasih tahu, Pak tenang, kita bisa bikin briket arang dari tongkol jagung. Waduh, luar biasa. Tadinya tongkol itu dibuang, ya. Sekarang bisa jadi sumber energi. Luar biasa,” ucap Presiden.

Presiden Indonesia kelahiran 17 Oktober 1951 juga menyebut inovasi pemanfaatan tongkol jagung menjadi briket arang merupakan terobosan besar. Menurut Presiden, lahirnya inovasi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.

“Di tengah krisis, Indonesia punya putra-putri yang inovatif, yang tidak menyerah, yang berani mencari ilmu. Karena kalian dekat sama rakyat, kalian dekat, kalian dekat sama kampus, kalian dekat sama insinyur, sarjana-sarjana itu, makanya kalian tahu. Ini luar biasa,” katanya.

“Pangan adalah strategis. Apapun yang kau buat untuk mengamankan dan meningkatkan produksi pangan kita, itu berarti anda mengamankan masa depan kita, kedaulatan kita,” lanjutnya.

Selain inovasi briket arang dari tongkol jagung, Presiden juga menyoroti pengembangan pupuk berbahan batu bara kalori rendah yang dinilai mampu memperkuat kemandirian sektor pertanian nasional. Presiden menegaskan bahwa Indonesia harus mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk impor.

“Begitu kita lepas dari ketergantungan pupuk dari luar negeri, kita menjadi sangat kuat. Saya minta ini di implementasi, konsep temuan bagus,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa produk-produk inovasi ini nantinya dapat didistribusikan secara luas kepada masyarakat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menghadirkan kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau.

“Kuncinya kita harus beri bahan yang penting untuk rakyat dengan harga semurah-murahnya. Semurah-murahnya supaya rakyat kita daya belinya meningkat, kehidupannya lebih baik, kualitas hidupnya lebih baik,” ungkapnya

Sementara itu, Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyebutkan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 berlokasi di 36 Polda seluruh Indonesia, dengan total area 189,7 ribu hektare. Dari jumlah tersebut, area Polda Jatim tercatat yang paling luas, yaitu 43,2 ribu hektare.

“Panen jagung hari ini berasal dari 1.608 hektare. Lahan Polda Jatim menjadi penyumbang panen terbanyak yaitu sekitar 650 hektar,” ujar Kapolri

Khusus di lokasi Dusun Bribin, luas lahan yang panen mencapai 101,5 hektar yang terbagi dalam 4 Gapoktan. Hasil panen diperkiraan mencapai 609 ton yang akan diserapkan Bulog.

Di kesempatan yang sama, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Tuban sebagai lokasi pelaksanaan agenda nasional tersebut.

“Momentum ini diharapkan semakin memperkuat peran Kabupaten Tuban sebagai daerah yang mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan,” kata Bupati Kelahiran 15 April 1992 ini

Bupati yang akrab disapa mas Lindra ini juga menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Pemkab Tuban akan terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penguatan infrastruktur pertanian, pendampingan petani, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern.

“Kami berharap kehadiran Presiden RI di Kabupaten Tuban membawa semangat yang lebih besar bagi para petani dan masyarakat. Pemkab Tuban berkomitmen mendukung penuh berbagai program pemerintah pusat demi mewujudkan ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here