
Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban akan tinjau ulang perizinan tempat wisata Jatiwangi Park di Desa Tuwiriwetan, Kecamatan Merakurak, Tuban. Usai peristiwa tragis meninggalnya dua bocah asal Kabupaten Rembang dikolam renang kawasan wisata air. Rabu 26 Juni 2024 lalu.
“Tentunya perlu ditinjau ulang perizinannya jika memang ada kelalaian dalam pengawasan pengelolaan objek wisata. Kami juga menyampaikan belasungkawa ats insiden tersebut,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Tuban, Hj. Tri Astuti. Jumat 28 Juni 2024
Lebih lanjut politisi kelahiran Desember 1975 ini berharap agar petugas yang berwenang melakukan penyelidikan dengan serius terkait insiden naas meninggalnya dua bocah usia 7 tahun. Ia juga menegaskan jika nantinya ditemukan adanya kelalaian atau tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan tempat wisata.
“Tentunya pemilik atau pengelola objek wisata, apabila terjadi kecelakaan karena kesengajaan dalam hal pembangunan dan pengelolaan objek wisata yang berpengaruh terhadap keamanan tempat wisata, maka pengelola wisata akan mendapat sanksi sesuai dengan perundangan yang berlaku,” terang alumni Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban ini.
Politisi Gerindra ini juga meminta kepada seluruh pengelola tempat wisata air kolam renang yang ada di Tuban untuk memberikan pelayanan pengawasan terutama kepada pengunjung anak-anak. Disisi lain pihaknya juga meminta kepada semua masyarakat khususnya orang tua dan juga pendamping tetap melakukan pemantau terhadap anaknya atau yang didamping
“Selain orang tua maupun pendamping wisata, kami juga menghimbau kepada pemilik harus benar-benar memperhatikan keselamatan dan menerapkan SOP agar kejadian serupa tidak terulang,” harapnya.
Sebelumnya terjadi peristiwa naas yang merengut nyawa dua bocah asal Kabupaten Rembang yang meninggal dikolam renang kawasan wisata air Jatiwangi Park Merakurak Rabu 26 Juni 2024 lalu.
Kedua korban diketahui berinisial MHF dan SAS datang kelokasi kejadian, mengikuti rekreasi di kawasan wisata air Jatiwangi yang diadakan sekolah TK Masitoh 9, Desa Kendalagung, Kragan, Kabupaten Rembang didampingi ibu guru dan orang tuanya
Sekitar pukul 08.00 WIB, rombongan datang dilokasi berjumlah 38 siswa. Dimana saat kejadian, orang tua dan siswa lainnya masih makan bersama, diduga kedua korban mandi dikolam renang lebih duluan tidak menunggu teman lainnya dan tanpa pengawasan orang tua. Dimana saat itu kedua korban tersebut mandi dikolam renang dewasa yang masih dalam proses pengisian air
Karena debit air kolam yang semakin tinggi dan diduga kedua korban tersebut tidak bisa berenang dan akhirnya keduanya tenggelam.
Korban ditemukan telah mengambang dikolam khusus dewasa sekitar pukul 08.30 WIB, ditemukan pertama kali oleh penjaga kolam Jati Wangi (MS)


