nubani.id – Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, meminta kepada semua pihak untuk menjaga kebersihan dan merawat alun-alun serta mematuhi regulasi yang yang ada. Hal tersebut tidak lepas dari tingginya minat kunjungan di alun-alun Tuban baik dari warga Tuban maupun wisatawan luar sekedar untuk berolahraga, berkumpul bersama keluarga, maupun berswafoto
dengan tingginya wisatawan yang berkunjung harus disikapi dengan penataan sebaik mungkin. Tujuannya, agar pengunjung mendapat kesan positif dan mau kembali lagi berkunjung ke Kabupaten Tuban.
“Pada gilirannya nanti akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat,” ungkapnya, Bupati Tuban.
Mas Lindra mengungkapkan keberadaan fasilitas publik tidak hanya untuk satu kelompok saja, tapi menjadi hak seluruh warga. Oleh karena itu, harus bisa saling memahami apa yang menjadi aspirasi masyarakat luas.
“Pemkab Tuban terus berupaya mengakomodasi apa yang menjadi aspirasi warga, PKL, bahkan pengunjung baik dalam maupun luar Tuban,” terangnya
Lebih lanjut Bupati kelahiran 1992 ini menambahkan, penetapan regulasi dibuat untuk menjaga satu sama lain. Diharapkan, setiap orang dapat mematuhi regulasi tersebut agar tidak ada pihak yang dirugikan.
“Kita harus bisa menghormati dan mematuhi regulasi yang berlaku,” tuturnya.
Alumni Unair ini mengatakan pengaturan dan pengelolaan PKL dilakukan secara humanis. Pemkab Tuban juga melakukan sosialisasi kepada PKL secara berkala, sebelum dilakukan penegakan regulasi. Dalam praktiknya, OPD terkait juga mengutamakan pembinaan dan pendampingan kepada PKL. Upaya preventif lebih dikedepankan kepada PKL dibandingkan langkah penertiban.
Pihaknya juga mendorong PKL untuk meningkatkan produknya. Dinas terkait juga telah memberikan pelatihan kepada PKL. Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas, variasi produk, hingga packaging.
“Pemkab berharap perihal produk oleh PKL bisa lebih ditingkatkan dan berdaya saing,” jelasnya (MS)



