RPS Gandeng PLN NP Ajak Peserta Mobile Jurnalisme Kenali Sistem Energi Listrik

0
16
Caption photo : Asman SDM, Umum, dan CSR PLN NP Tanjung Awar-Awar, Awang Asmoro saat memberikan materi kepada peserta sekolah jurnalistik "Mobile Jurnalisme" terkait kelistrikan

nubani.id – Peserta Sekolah Jurnalistik “Mobile Jurnalisme” yang diadakan Ronggolawe Press Solidarity (RPS) Tuban diadakan di SMK Mambail Futuh, Kecamatan Jenu. Rabu (30/9/2026) mereka tidak hanya mendapatkan pemahaman literasi jurnalistik mulai dari cara memperoleh informasi, mengolah data, hingga menyampaikan informasi kepada publik dan edukasi bermedia sosial

Para Siswa dari SMK Manbail Futuh, MA Manbail Futuh, MA Al Hidayah, SMA Manbail Huda, SMAN Tambkakboyo, SMKN Tambkaboyo, SMKN 3 Tuban, dan MA Salafiyah Merakurak juga mendapat pengetahuan secara langsung mengenai bagaimana sistem kelistrikan bekerja dan listrik yang digunakan masyarakat diproduksi.

Pengetahuan tersebut disampaikan PLN Nusantara Power (NP) Unit Pembangkitan Tanjung Awar-Awar saat menerima kunjungan peserta sekolah jurnalistik. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal lebih dekat proses pembangkitan hingga penyaluran energi listrik.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai profil pembangkit, sistem kerja, budaya kerja, hingga pentingnya penerapan keselamatan di lingkungan kerja.

PLN NP Tanjung Awar-Awar merupakan salah satu pembangkit tenaga listrik dengan kapasitas produksi mencapai 2 x 350 megawatt (MW). Listrik yang dihasilkan kemudian disalurkan melalui jaringan 150 kilovolt (kV) dalam sistem kelistrikan Ngimbang.

Asman SDM, Umum, dan CSR PLN NP Tanjung Awar-Awar, Awang Asmoro, mengatakan penjelasan tersebut memberikan gambaran kepada peserta bahwa proses penyediaan listrik membutuhkan sistem yang terintegrasi.

“Selain teknologi, operasional pembangkit juga didukung sumber daya manusia (SDM) yang disiplin dan profesional,” ujarnya.

Menurut Awang, tidak hanya mengenai teknis pembangkitan, peserta juga mendapat pemahaman tentang budaya kerja. Budaya kerja menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan operasional pembangkit.

“Kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten, seperti disiplin, tanggung jawab, integritas, kerja sama, dan profesionalisme, menjadi bagian dari keseharian pekerja,” ujarnya.

Menurutnya, dalam menjalankan pekerjaan, aspek safety atau keselamatan kerja selalu menjadi perhatian. Setiap pekerja wajib menggunakan alat pelindung diri (APD), mematuhi peraturan dan rambu-rambu di area kerja, serta peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Baginya, penerapan disiplin kerja tersebut menjadi salah satu pendukung dalam menjaga operasional pembangkit yang memiliki kapasitas produksi besar. PLN NP Tanjung Awar-Awar juga berkomitmen mendukung penyediaan energi yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut sejalan dengan visi perusahaan menjadi perusahaan pembangkitan yang terdepan dan terpercaya untuk energi berkelanjutan di Indonesia dan pasar global.

“Salah satu misinya adalah mengakselerasi portofolio bisnis energi baru terbarukan (EBT) untuk mendukung tercapainya target nol emisi karbon,” bebernya.

Melalui penjelasan tersebut, peserta sekolah jurnalistik tidak hanya memperoleh bahan untuk penulisan berita. Mereka juga mendapat pengalaman baru mengenai pentingnya energi listrik dalam kehidupan sehari-hari serta bagaimana listrik diproduksi dengan mengutamakan keandalan dan keselamatan.

“Karena listrik itu menjadi kebutuhan kita. Berbagai alat yang kita gunakan, seperti kipas angin, handphone, dan peralatan lainnya membutuhkan listrik,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here