nubani.id – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tuban 2026 diproyeksikan turun jika dibandingkan dengan tahun 2025. Hal tersebut diungkapkan Bupati Tuban, usai digelarnya rapat paripurna. Senin (10/11/2025)
Dalam paripurna kali ini ada tiga agenda, Pertama, Penyampaian Propemperda Tahun 2026. Kedua, Penyampaian kesimpulan Banggar dan Pendapat akhir fraksi-fraksi terhadap RAPBD Tahun Anggaran 2026. Ketiga Persetujuan bersama dan penandatanganan berita acara antara Bupati Tuban dan Pimpinan DPRD Kabupaten Tuban tentang APBD tahun anggaran 2026
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, saat ditemui usai paripurna menuturkan, APBD ada penurunan dari tahun sebelumnya, jika di tahun 2025 APBD mencapai 3,4 Triliun, di tahun 2026 APBD diproyeksikan hanya mencapai 2,9 triliun.
“APBD 2026 yang diproyeksikan 2,9 triliun, itu merupakan akumulatif proyek yang sudah masuk dalam potongan dana transfer dari pusat senilai 2,7 triliun dan ditambah Silpa 2025, sebesar 170 milyar. Penurunan APBD ini salah satunya karena ada penggurangan dana transfer dari pemerintah pusat sekitar 536 milyar,” terang Bupati
Bupati menegaskan meski APBD di tahun 2026 ada pengurangan, pihaknya menegaskan pihaknya akan tetep memprioritaskan kebutuhan masyarakat, terutama dibidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta pengembangan ekonomi kreatif
“Pelayanan publik tidak akan berkurang, pemerintah akan focus disektor prioritas. Pengurangan anggaran tidak boleh dijadikan alasan penurunan pelayanan publik, pemerintah juga menyiapkan program penguatan ekonomi kreatif” ujar Bupati kelahiran April 1992 ini
Sementara itu, Ketua DPRD Tuban, Sugiantoro menyampaikan terima kasih atas kerja keras semua pihak yang telah mencurahkan pikirannya, mulai dari merumuskan APBD hingga hingga penandatanganan APBD
“APBD ini mulai dibahas sejak awal oktober, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak, ini merupakan kerjasama legeslatif dan eksekutif. Kami berharap pemerintah benar-benar memprioritaskan pembangunan sesuai RPJMD dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah,” ungjarnya
Politisi kelahiran Lamongan 11 Juni 1975 ini juga berharap pemerintah mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar seluruh program prioritas bisa terlaksana
“Kami berharap Pemkab mampu merealisasikan target PAD sebesar 800 miliar untuk menjaga keseimbangan fiskal dan memastikan program prioritas,” pungkas politisi asal Partai Golkar ini.



