Rumah Terduga Pengelola Arisan Bodong Digruduk Korban, Kerugian Ditaksir Hampir Capai 2 Milyar

0
18
Caption : Sejumlah warga datangi rumah pengelola arisan

nubani.id – Tidak terima menjadi korban penipuan berkedok arisan, puluhan korban gruduk rumah terduga pelaku di Desa Sumberejo, Kecamatan Widang, masa menuntut pelaku untuk mengembalikan uang arisan dengan total kerugian mencapai hampir Rp2 miliar

Kanit Pidum Satreskrim Polres Tuban, IPDA Moch Rudi saat ditemui dilokasi. Rabu (15/10/2025) menuturkan pihaknya pertama kali menerima laporan adanya dugaan penjarahan rumah, setelah dilakukan pengecekan diketahui massa yang datang merupakan korban arisan bodong yang menuntut uangnya untuk dikembalikan

“Diketahaui modus terduga pelaku menjual arisan dari satu peserta ke peserta lain sehingga uang terus terkumpul tanpa adanya perputaran yang jelas Total sementara ada 52 korban dengan kerugian hampir Rp2 miliar. Kami arahkan semua korban untuk melapor secara resmi ke Polres,” terangnya

Dari informasi yang dihimpun, arisan dikelolah oleh perempuan berinisial L (28) awalnya berjalan lancar, Para peserta mendapat giliran sesuai jadwal dan bonus sebagaimana dijanjikan. Namun beberapa bulan terakhir tanggung jawab pembayaran arisan dari pengelola yang seharusnya diberikan kepada anggota yang mendapatkan tidak dibayarkan dan pengelola menghilang tanpa kabar

Rudi juga meminta kepada semua pihak yang menjadi korban dugaan arisan bodong agar tidak melakukan tindakan sendiri, meminta uang dikembalikan merupakan hak dari para korban. Namun jangan sampai menimbulkan masalah baru

“Kami meminta jangan sampai bertindak semaunya sendiri, apalagi melakukan tidakan mengambil barang milik terduga karena nantinya bisa berujung dilaporkan balik oleh yang bersangkutan,” ucapnya

Kanit Pidum juga mengatakan pihaknya masih melakukan penyidikan terkait kasus dugaan arisan bodong. Sejumlah saksi yang mengaku menjadi korban juga telah dimintai keterang

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran arisan atau investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat,” ujarnya

Alfiana (28), warga Desa Pakis, Kecamatan Widang, salah satu korban dugaan arisan bodong, modusnya jual beli nomor arisan dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat

“Kami kesini ingin menagih hak kami,” jelasnya

Alfiana menambahkan korban arisan bodong kurang lebih sekitar 50 orang, dimana kegurian bervareasi mulai jutaan hingga ratusan juta rupiah

“Kami kesini untuk nagih hak kami, tapi ternyata rumah yang ditinggali L sudah kosong tidak ada orangnya dan nomor telpon tidak bisa dihubungi,” pungkasnya (MS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here