Jasa Raharja : Korban Laka Maut Rombongan Pengantar Umroh, Dipastikan Dapat Santunan

0
21
Caption : Kepala Cabang Jasa Raharja Bojonegoro, Syaiful Anwar

nubani.id – Seluruh korban kecelakaan maut antara mobil Isuzu Panther bernopol DK-1157-FCL dan sebuah bus bernopol S-7707-UA di Jalan Raya Desa Duduksampeyan, Kabupaten Gresik dipastikan mendapatkan santunan dari Jasa Raharja

Hal tersebut diungkapkan Kepala Cabang Jasa Raharja Bojonegoro, Syaiful Anwar saat melakukan verifikasi identitas korban kecelakaan maut yang melibatkan mobil rombongan pengantar umroh

“Kami kesini melakukan verifikasi dan pendataan penerima santunan, kami pastikan penyerahan santunan diserahkan hari ini,” ungkap Kepala Cabang Jasa Raharja Bojonegoro, saat mendatangi rumah korban di Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Kamis (10/4/2025)

Berdasarkan peraturan korban kecelakaan yang mengalami perawatan akan dicover oleh Jasa Raharja maksimal 20 juta rupiah dan dibayarkan langsung ke rumah sakit. Semnetara korban yang meninggal akan mendapatkan santunan sebesar 50 juta rupiah

“Sesuai peraturan Kementerian Keuangan RI, Jasa Raharja akan memberikan santunan korban meninggal sebesar Rp. 50 juta per-orang,” ujar Kepala Cabang Jasa Raharja Bojonegoro

Sebatas diketahui tujuh orang meninggal ditempat kejadian dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil Isuzu Panther bernomor polisi DK-1157-FCL dan sebuah bus bernopol S-7707-UA di Jalan Raya Desa Duduksampeyan, Kabupaten Gresik. Kamis pagi (10/4/2025)

Ketujuh korban korban meninggal merupakan satu keluarga asal Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, diketahui mobil Isuzu Panther tersebut membawa rombongan pengantar umroh yang hendak menuju bandara udara Juanda

Berdasarkan data dari Pemerintah Desa Tuwiri Wetan nama-nama korban meninggal tragedi kecelakaan di Duduksampeyan, Gresik sebagai berikut

Akhmad Basuki (49) – sopir mobil Isuzu Panther, Besar (66), Muhammad Al Fatih (3), Hafiz Gandawiharja (17), Muhammad Aqib (26) – calon jamaah umroh, Wiwik Sunarti (43), Lislikah (54)

Selain mengakibatkan tujuh orang meninggal dua orang yang merupakan supir dan kernet bus mengalami luka-luka (MS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here