Takjil Khas Timur Tengah, Bubur Legendaris Masjid Muhdhor

0
19
Caption ; Sejumlah warga mengantri bubur muhdhor

nubani.id – Setiap menjelang berbuka puasa, puluhan masyarakat rela desak-desakan mengantri dihalaman Masjid Muhdhor yang berada di kawasan kampung arab Jalan Pemuda Tuban, hanya untuk sekedar menikmati sajian takjil bubur Muhdhor, masakan khas Timur Tengah yang dibuat hanya saat bulan Ramadhan.

Nama bubur khas arab yang kuat dengan rasa rempah-rempah itu buka nama sebenarnya, namun oleh masyarakat disebut bubur Muhdhor meningat bubur yang sudah ada sejak tahun 1930an ini dimasak oleh warga keturunan arab dihalaman Masjid Muhdhor

“Bubur ini hanya dibuat saat bulan Ramadhan,” terang Takmir Masjid Al-Muhdhor, Alwi Ba’agil

Selain disajikan hanya saat bulan Ramadhan, yang membedakan Bubur Mundhor dengan bubur lainnya ialah bumbu yang dipakai, rasa gulai dan ditambah rempah-rempah khas Timur Tengah yang kuat ditambah daging kambing dan santan, membuat aroma dan rasa bubur semakin sedap dan gurih

Bahkan autentik cita rasa sejak generasi pertama hingga kini tidak berubah, resep bumbu masakan timur tengah ini diwariskan secara turun temurun hingga keaslian rasa tidak masih dipertahankan

Untuk sekali masak bubur membutuhkan sedikitnya 50kilogram beras, 20 kelapa, daging kambing yang sudah dihaluskan, dan dimasak dicampur dengan rempah-rempah khas Tmur Tengah sembari terus diaduk

Setidaknya membutuhkan waktu waktu 2-3 jam sekali masak bubur legendaris ini, biasanya setalah dzuhur proses memasak baru dimulai dan selesai saat memasuki waktu ashar. Setelah itu baru sekira pukul 16:45 WIB, bubur siap dibagikan ke masyarakat sekitar secara gratis

Bubur Muhdhor sendiri pertama kali saat zaman penjajahan Belanda, oleh salah satu warga keturunan arab Syeikh Habib Abdul Qodir bin Alwi Assegaf, dimana saat itu bubur ini diantarkan ke rumah warga kurang mampu, janda, dan anak yatim/piatu

Seiring perkembangan zaman, Bubur muhdhor banyak diminati masyarakat dan bahkan rela antri, selain dibagikan kepada masyarakat yang antri, bubur Muhdhor juga dibagikan ke mushollah sekitar

“Kalau dulu, kita buat bubur harus iuran, dan saat ini sudah ada investornya,” terangnya (MS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here