Pentingnya Literasi Informasi di Era Digital

0
11
Caption : Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unirow Tuban, Yunita Suryani, M.Pd dan Pemred Radar Tuban Ahmad Athoillah

Nubani.id – Peringati Hari Pers Nasional, perkumpulan wartawan yang tergabung dalam Ronggolawe Press Solidarity (RPS) menggelar dialog interaktif Radio Show dengan tema “Fenomena Literasi dan Kebiasaan Mencari Informasi di Era Digital”

Acara yang digelar dan disiarkan secara live di LPPL Pradya Suara, Radio Pradya Suara 94,6 FM dengan menghadirkan dua narasumber Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unirow Tuban, Yunita Suryani, M.Pd dan Pemred Radar Tuban Ahmad Athoillah

Ketua RPS Khoirul Huda menyampaikan bahwa dialog interaktif ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan HPN 2025 yang digelar RPS. Sebab, sebelumnya sudah dilaksanakan penanaman pohon dan santunan anak yatim.

“Puncaknya nanti pada 23 Februari nanti akan digelar senam Pound Fit yang akan digelar di Taman Hutan Kota Tuban Abipraya,” ujar wartawan Bhirawa ini.

Lebih lanjut Huda menyampaikan dalam setiap kegiatan RPS untuk memperingati HPN selalu ada penanaman pohon dan santunan anak yatim. Hal ini menurut dia, adalah agenda wajib yang harus dilakukan, agar RPS selalu dekat dan masyarakat dan alam.

Terkait dengan dialog interaktif, Huda mengajak agar masyarakat bisa memilih dan memilah berita yang benar dan mana yang tidak benar. Sebab, saat ini sulit dibedakan mana yang berita dan mana yang sekadar informasi. Sehingga wartawan punya peran untuk memberikan informasi pada masyarakat agar tidak mengonsumsi berita yang tidak benar.

“Sekaligus kami membuka diri untuk dikritik dan diberi masukan oleh banyak pihak selama menjalankan profesi jurnalis,” katanya.

Dia meminta agar masyarakat jangan sampai termakan dengan berita-berita yang tidak benar.  Dialog yang disiarkan secara langsung itu sekaligus otokritik untuk wartawan. Sebab, wartawan bukan anti kritik.

“Apakah kami sudah sesuai apa belum dengan aturannya monggo dikritik, beri masukan agar kami bisa berkembang,” tandasnya.

Hal yang sama disampaikan Kabid Komunikasi dan Informasi Publik Rita Zahara yang mewakili Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian Tuban.

Ia meminta agar wartawan selalu menjaga kode etik, berkembang sesuai dengan teknologi dan menyajikan berita-berita yang berkualitas dan independen. Dia melihat selama ini komunikasi dan hubungan antara wartawan dengan Pemkab cukup baik dan pemberitaan berimbang.

“Harap harap itu bisa terus terjaga dan komunikasi yang baik tetap terjaga. Berikan masyarakat informasi-informasi yang berkualitas,” harapnya.

Pada sesi dialog, mengawali paparannya yang pertama Yunita Suryani, M.Pd mengatakan, masyarakat saat ini cenderung menggantungkan informasi dari internet. Padahal tak semuanya yang disajikan dalam internet benar. Misalnya mencari resep masakan, bisa dengan gambar diperoleh dengan tutorial yang lengkap.

“Tapi tidak semua benar, karena saya pernah tersesat saat membuktikan mempraktikkan salah satu resep, tapi hasilnya tak sesuai, sehingga apa yang disampaikan itu tidak benar,” tuturnya.

Hal yang sama dilakukan saat mencari judul-judul atau makalah untuk referensi menulis karya ilmiah. Saat dicari dengan kata kunci tertentu, maka keluar banyak artikel dan data-data yang seolah-olah itu benar.

“Tapi setelah kami tanyakan pada yang lebih ahli, dijawab bahwa judul-judul itu tidak ada, penulisnya juga tidak sesuai. Nah, kalau hal itu diambil dan dikutip, artinya kesalahan itu terus berkembang,” ungkap dia.

Karena itu, Yuni mengatakan kurangnya literasi bisa berbahaya, karena gak semua benar. Apalagi untuk akademisi dan pelaku dunia pendidikan sangat perlu literasi, bisa memahami dan menggunakan teknologi dengan baik.

“Jangan menelan mentah-mentah informasi yang disediakan internet. Parahnya, generasi muda sekarang senang mendapat informasi instan, serba instan. Harus dicek lagi misalnya mencocokkan dengan buku atau jurnal, kan sekarang banyak buku elektronik,” sebutnya.

Maka Yunita berpikir harus ada sebuah terobosan. Akademisi, dunia pendidikan, mahasiswa harus diarahkan atau disediakan ruang untuk membuat konten-konten yang bermanfaat, atau konten-konten edukasi yang memberikan literasi untuk masyarakat.

Sementara Athoillah menambahkan, literasi bukan sekadar membaca dan menulis, namun memberikan pemahaman dan membentuk masyarakat bisa membaca dengan berbagai sudut pandang dan multiperspektif atas segala persoalan.

“Sekarang para pemuda kehilangan ini,” ujarnya.

Masyarakat, kata dia, saat ini juga tidak bisa membedakan media massa dan sosial. Menurutnya ini sangat bahaya. Sebab, media masa dan media sosial adalah dua hal yang berbeda. Media massa berbadan hukum dengan tanggung jawab sesuai aturan atau regulasi yang dimuat dalam UU. Sedangkan media sosial tak butuh itu.

Banyak kasus media sosial asal comot atau share-share dan mengambil bahan dari media masa. Misal berita yang diambil dari masa itu salah, dan media sosial sudah menyebarkannya, maka bisa kena pidana.

“Sementara media masa tidak pidana, karena ada mekanisme hukum sendiri. Ini yang harus dipahami dan dimengerti. Hal itu banyak terjadi karena literasi yang sangat rendah,” urainya.

Sementara pers dan literasi menurut Atok adalah dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Peran pers bukan hanya menulis berita, tapi juga memberikan edukasi.

“Maka pers idealnya juga harus harus masuk ke pendidikan karena untuk memberikan edukasi dan literasi,” katanya.

Usai dialog interaktif dilanjutkan tumpengan di Balai Wartawan Tuban. Selain dihadiri anggota RPS dan keluarga, juga dihadiri perwakilan dari Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Tuban yang dipimpin oleh Kabid Komunikasi dan Informasi Publik Rita Zahara.

Acara didukung sejumlah pihak diantaranya SIG Pabrik Tuban, PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), Exxon Mobil Cepu Limited (ECML), Pertamina EP Field Cepu, Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE TEJ), Bank Jatim, PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), PLN Nusantara Power, Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP), PT Timbul Jaya dan Polres Tuban.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here