
Nubani.id – Sambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), 10 pasangan ikut meriahkan “Nikah Berkah” yang dilaksanakan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Semanding di pendopo kantor kecamatan. Kamis (22/8/2024)
Camat Semanding, Cipta Dwipriyata, menyampaikan “Nikah Berkah” digagas untuk mengurangi angka pernikahan dini di di Kabupaten Tuban khususnya di Semanding, dimana pernikahan dini menjadi salah satu factor penyebab stanting. Dengan pencegahan dan menekan angka pernikahan dini diharapkan mampu meningkatkan taraf kualitas hidup, terutama dalam hal kesehatan.
“yang daftar kami lakukan cek data terlebih dahulu dan ada 10 pasangan calon pengantin yang telah memenuhi syarat termasuk batas usia minimal menikah yaitu 19 tahun. Kami berharap dengan adanya Nikah Berkah ini bisa mambantu dan memberi kemudahan bagi pasangan pengantin,” ujarnya
Lebih lanjut pihaknya menyampaikan dengan adanya Nikah Berkah kita juga turut serta melestarikan adat budaya jawa mulai dari prosesi akad nikah hingga ritual kembar mayang dan temu manten. Dimana pernikahan adat jawa sangat sakral dan memperkaya budaya lokal, tetapi juga menguatkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan. Seluruh rangkaian acara tersebut berlangsung dengan khidmat di pendopo Kecamatan Semanding
“Salah satu tujuannya Nikah Berkah ini termasuk untuk melestarikan tradisi pernikahan adat jawa. Melalui acara nikah berkah ini generasi muda dapat lebih mengenal dan mencintai tradisi jawa, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari,” terang Camat
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban, Umi Kulsum mengapresiasi pelaksanaan acara Nikah Berkah ini yang menjadi rangkaian HUT ke-79 RI.
Pembinaan dan edukasi kepada keluarga yang baru saja memulai berumah tangga sangatlah penting, karena tingginya angka stunting tidak hanya disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, untuk itu penekanan membangun keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah adalah kunci dalam mengurangi angka stunting
“Insya’ Allah dengan adanya keluarga yang sakinah mawadah warahmah mampu mengurangi angka stanting, hal ini tidak lepas dari rasa tanggung jawab baik suami maupun istri, keduanya akan melaksanakan tugas dan kewajibanya,” pungkas Umi (MS)


