Jelang Konfercab Fatayat NU ke-XII. Majelis Pembina Himbau Semua Kader Jaga Marwah Fatayat

0
8
Caption photo : Majelis Pembina PC Fatayat NU Kabupaten Tuban. Umi Kulsum

nubani.id – Jelang Konferensi Cabang (Kofercab) Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama’ (NU) Kabupaten Tuban ke-XII semakin memanas, sejumlah kader menginginkan ketua saat ini tetap mencalonkan, disisi lain kader tingkat ranting dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) menginginkan perubahan tampuk pimpinan

Dari dua kubu tersebut akhirnya memunculkan dua nama senter diisukan akan merebutkan tampuk pimpinan PC Fatayat NU periode 2026-2031 dalam Konfercab XII yang akan diselenggarakan, Minggu (25/10/2026) bertempat di Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIK NU) Tuban adalah Wahyuni Hidayati, Ketua PC Fatayat NU Periode 2021-2026 akan kembali mencalonkan pada Konfercab Fatayat NU dan Wahidah Faizatin (Titin) Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Montong Tuban.

Mendekati pelaksanaan musyawarah pergantian kepimpinan, gesekan dan kompetisi antara kader guna merebutkan Ketua PC Fatayat NU Tuban Peride selanjutnya semakin terasa memanas.

Hal ini memantik para senior dari PC Fatayat NU Kabupaten Tuban bersuara serta menghimbau agar pelaksanaan Konfercab berjalan dengan baik dan lancar.

“Selaku pembina, kami berharap semua kegiatan dilaksanakan sesuai dengan aturan yang ada di PD/PRT Fatayat NU, Konferensi jangan hanya di jadikan ajang pemilihan ketua umum saja tapi juga dijadikan ajang evaluasi kinerja selama 5 tahun, apa yang sudah dilakukan dan apa yang belum di laksanakan.” Ungkap Hj. Umi Kulsum, Majelis Pembina PC Fatayat NU Kabupaten Tuban. (24/10/206).

Mantan Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Tuban yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban ini juga mengingatkan, agar selama proses Konfercab tidak ada politik uang atau Risywah.

Menurut Umi, Risywah akan mengotori perjuangan dan hidmah terhadap NU, karena memang Fatayat NU bukan organisasi politik tapi organisasi keagamaan. Diharapkan juga semua kandidat harus bisa menjaga marwah Fatayat.

“Bermain politik uang di Fatayat tidak akan ada berkah dan maslahahnya, dan jika ada, para pembina tidak akan rela karna selama ini kader fatayat berusaha menjaga marwah dan terus berusaha menyebarkan benteng ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah yang melarang Risywah” pungkas Umi Kalsum (ms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here