GRR Bersama PRPP Gandeng Karang Taruna Jenu Perangi Hoaxs dan Disinformasi

0
45

nubani.id – Perkembangan dan kemudahan dalam memperoleh informasi saat ini harus diakui mempengaruhi perubahan pola perilaku masyarakat. Terbukanya arus informasi terutama semakin masifnya media sosial sering kali mempenggaruhi kehidupan masyarakat

Dengan keterbukaan informasi seperti saat ini bagai pisau bermata dua, di satu sisi memberikan akses pengetahuan dan informasi yang luas kepada masyarakat, namun di sisi lain tetap memberikan dampak yang kurang baik.

Isu yang mengemuka belakangan ini yaitu terkait gangguan kesehatan mental seiring dengan konsumsi konten sosial media yang tinggi. Meski demikian isu utama yang merebak seiring dengan meningkatnya penggunaan sosial media selama lebih dari sedekade terakhir yaitu penyebaran informasi tanpa etika di tengah-tengah masyarakat seperti penyebaran berita hoaks, konten eksplisit seperti pornografi dan kekerasan, serta disinformasi.

Dari data yang dikeluarkan Kementerian Komunikasi dan Digital (sebelumnya Kementerian Komunikasi dan Informatika) pada tahun 2018 merilis bahwa 92.40% konten sosial media di Indonesia terindikasi sebagai konten negatif baik berupa hoaks, disinformasi, maupun ujaran kebencian. Sementera itu Microsoft News Center baru-baru ini juga merilis peringkat Indeks Kesopanan Digital dimana Indonesia tercatat menempati peringkat 29 dari 32 negara yang dinilai.

Hal ini menunjukkan bahwa isu mengenai penyebaran konten negatif perlu mendapat perhatian lebih dari pemangku kepentingan terkait.

Sejalan dengan hal tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Project Early Work (EW) GRR Tuban berkolaborasi dengan PRPP menginisiasi penyelenggaran kegiatan bertajuk Kelas Bareng Karang Taruna dengan fokus pada edukasi pemanfaatan sosial media dan internet yang bertanggung jawab khususnya pada generasi muda di desa sekitar area Proyek GRR Tuban.

Fatkhul Niam (32) tokoh pemuda Desa Beji menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Kelas Bareng Karang Taruna di Desa Beji pada Rabu (23/07/2026) lalu. ia mengungkapkan acara edukasi terkait pemanfaatan media sosial bagi masyarakat sangkat bermanfaat, agar lebih bijak dan kreatif dalam membuat konten

“Acara (Kelas Bareng Karang Taruna) ini sangat bermanfaat mengingat kami di Karang Taruna memerlukan pengetahuan tambahan dalam berorganisasi di antaranya mengenai tertib administrasi dan cara bermedia sosial (yang disampaikan pada program ini). Semoga melalui kegiatan ini bisa berlanjut dengan praktik-praktik yang baik dalam wujud teman-teman karang taruna dapat mengabarkan sisi positif, kabar baik, dan informasi yang baik dari Desa Beji melalui konten yang kreatif.” tegas Niam

Hal senada juga disampaikan pengurus Karang Taruna Satya Muda Karya Desa Mentoso, Wildan (25), berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dengan membawa lebih banyak tema-tema pembelajaran lain yang bermanfaat bagi generasi muda desa

“kegiatan semacam ini jelas sangat bermanfaat, kami berharap ini rutin dilaksanakan dengan tema-tema yang lain, yang lebih edukatif,”

Pjs. Sr. Project Manager EW GRR Tuban, Febrian Dwi Prastyo pada kesempatan terpisah menyatakan pentingnya peran generasi muda yang notabene lebih melek teknologi untuk menjadi garda depan dalam menangkal penyebaran informasi negatif di tengah-tengah masyarakat.

“Penyebaran informasi yang masif saat ini memerlukan kedewasaan (dari masyarakat) untuk menyikapinya. Karang Taruna sebagai ujung tombak kegiatan generasi muda yang melek teknologi dan informasi di desa harus mengambil langkah proaktif untuk turut serta dalam mengurangi penyebaran informasi negatif.” ujar Febrian.

Febrian juga berharap program ini juga dapat mendorong generasi muda khususnya yang berasal dari area sekitar Proyek GRR Tuban untuk dapat mempromosikan informasi yang bertanggung jawab di tengah-tengah maraknya disinformasi dan penyebaran berita negatif di tengah-tengah masyarakat.

Kelas Bareng Karang Taruna tahun 2026 ini dihadiri oleh total 160 orang pengurus dan anggota karang taruna desa sekitar area proyek GRR Tuban. Selain diselenggarakan di desa Beji dan Mentoso, kegiatan ini juga diselenggarakan di desa lain yaitu Wadung, Sumurgeneng, Rawasan, dan, Kaliuntu selama bulan Juni hingga Juli 2026 ini. Selain edukasi mengenai etika dan bijak bermedia sosial, para peserta juga mendapatkan pelatihan terkait teknik membuat konten sosial media yang efektif serta pengenalan aspek pengelolaan dokumen dan arsip.

Kegiatan ini juga menjadi komitmen Proyek EW GRR Tuban dan PRPP pada implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Nomor 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. (MS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here