
nubani.id – Derby Tuban mempertemukan Persatu Tuban dengan Bumi Wali FC dalam lanjutan grup C Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jatim 2025-2026, kedua tim harus puas berbagi poin. Pertandingan yang dihelat di Stadion Tuban Sport Center (TSC) tersebut berakhir dengan skor 0-0
Sejak peluit kick off babak pertama dibunyikan Persatu Tuban yang memakai jersey kuning, kuning berinsiatif melakukan serangan, baru memasuki menit 2 kapten tim Bumi Wali FC, Edi Winarno harus menerima kartu kuning usai melanggar Pemain Pesatu nomor punggung 15 Muhammad Ardiansyah
Persatu yang terus menguasai bola tidak mampu menembus pertahanan Bumi Wali FC, bahkan dimenit ke-5 melalui serangan balik cepat Bumi Wali FC berhasil membuat ancaman beruntung tendangan pemain Bumi Wali FC, Aidil Musthofa berhasil diamankan oleh kiper Persatu, Rafi
Sejumlah serang berusaha dibangun oleh pemain-pemain Persatu melalui sisi kanan pertahanan Bumi Wali FC, namun sayang serangan yang kerjasama antara Rezza dan Antok berhasil dipatahkan oleh pemain bertahan Bumi Wali FC
Dimenit 27, pemain Persatu Tuban nomor punggung 16, Jatmaka harus dikartu kuning oleh wasit Farid Rizkiansyah usai mentekel keras Aidil Musthofa
Jual beli serang terus disajikan kedua tim dilaga diderby Tuban ini, sejumlah peluang kedua tim tidak mampu dimanfaatkan menjadi gol hingga babak pertama berakhir pertandingan masih sama kuat 0-0
Baca Juga : Laga Perdana Liga 4, Persatu Amankan 3 Point dari Bojonegoro FC
Memasuki babak kedua, anak asuh Khoirul Anam terus berupaya melakukan serangan, pemainan ngeyel disajikan para punggawa Laskar Ronggolawa, di menit 48 Persatu Tuban mendapatkan tendangan bebas dari luar kotak pinalti, usai pemain Bumi Wali FC melakukan pelanggaran, sayang tendangan Jatmaka masih membentur pagar hidup Bumi Wali FC
Dimenit 62 aksi duel perebutan bola antara pemain Persatu, Wandik dengan pemain Bumi Wali FC, Eka Zulfan keduanya harus terpaksa menerima kartu kuning lantaran sempat bersitegang
Solidnya pertahanan Bumi Wali FC membuat tim berlogo kuda jingkrak itu kesulitan untuk mencetak gol, sejumlah peluang juga didapat anak asuh Sunarno, hingga peluit tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan oleh wasit skor sama kuat 0-0 tetap tidak berubah
Head Coach Persatu Tuban, Khoirul Anam, ditemui usai pertandingan mengaku bersyukur pemainnya tidak ada yang cidera, mengingat permainan yang menguras emosi dan tenaga
“Dipertandingan ini kami masih belum mampu mendapatkan point penuh, tentunya kami akan melakukan evaluasi disetiap lini, dan kami bersyukur pemain tidak ada yang cidera, karena di grup ini kami masih ada dua pertandingan. Di sisa dua pertandingan nanti melawan Perseta Tulungagung dan Lamongan FC akan kami maksimalkan untuk meraih point,” terang Pelatih Persatu Tuban
Sementara itu, Pelatih Bumi Wali Tuban, Sunarso mengaku senang mampu mencuri point dari Persatu Tuban, satu point dipertandingan kali ini sebagai bekal menguatkan mental pemain. Pihaknya juga optimis Bumi Wali FC mampu bersiang dan lolos dibabak selanjutnya
“Satu point sudah cukup untuk pertandingan kali ini, mengingat Persatu notabenenya sebagai tuan rumah, kami berharap dipertandingan berikutnya bisa mendapatkan point, kami juga optimis lolos dan tentu itu semua harapan tim,” pungkasnya (MS)


