Bupati : Santri Harus Lebih Adaktif Dengan perkembangan Zaman Tindak Hanya Menguasai Kitab Kuning , Juga Harus Mengerti Teknologi

0
14

nubani.id – Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren siswa Mts dan perwakilan ormas islam di Kabupaten Tuban ikuti upacara Peringatan Hari Santri (HSN) Tahun 2025 di Alun-alun Tuban, Rabu (22/10/2025)

Dalam acara tersebut juga dihadiri Wabup Tuban, Joko Sarwono, Forkopimda Tuban, Kepala Kantor Kemenag Tuban, Umi Kulsum, Sekretaris Daerah Tuban, pimpinan OPD dan Camat, sejumlah kiai, bu nyai serta ustaz-ustazah.

Upacara hari santri kali ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia” dipimpin langsung oleh Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky diawali dengan pembacaan ikrar santri, pertunjukan pencak silat, penampilan Gerak dan Tari MTsN 3 Tuban, Drumband MTsN 1 Tuban. Suasana semakin khidmat dan penuh haru ketika lagu “Syubbanul Wathan” dikumandangkan sebagai simbol cinta tanah air dan semangat kebangsaan

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky mengungkapkan tema tersebut bukan hanya slogan, tetapi menjadi panggilan semangat bagi para santri untuk terus menjaga nilai kebangsaan. Sekaligus berkontribusi dalam kemajuan bangsa di era global.

“Hari Santri bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi momentum spiritual, historis, dan kebangsaan yang meneguhkan kembali peran besar santri dalam perjalanan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Bupati yang akrab disapa Mas Lindra ini juga mengajak seluruh santri untuk meneladani semangat Resolusi Jihad 22 Oktober 1945.

Orang nomor satu dilingkungan pemkab Tuban ini juga menegaskan bahwa santri masa kini harus adaptif terhadap perkembangan zaman, tidak hanya menguasai ilmu agama tetapi juga sains dan teknologi.

“Santri masa kini tidak lagi hanya dikenal sebagai penjaga surau, tetapi juga penjaga moral dan peradaban bangsa. Santri harus menguasai kitab kuning sekaligus teknologi, bahasa Arab sekaligus bahasa dunia,” terang Bupati kelahiran 1992 ini

Melalui momentum Hari Santri Nasional ini, Pemkab Tuban menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan pesantren, pemberdayaan santri, penguatan akhlak, dan karakter generasi muda menuju Tuban yang religius, berdaya saing, dan berperadaban.

Alumni Unair ini juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas komitmen dalam memperjuangkan kesejahteraan pesantren. Tidak hanya itu, apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian besar terhadap pesantren dan santri, termasuk program layanan kesehatan santri dan makan bergizi gratis.

“Kita sampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas komitmen beliau memperjuangkan kesejahteraan pesantren dan masa depan santri Indonesia. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan beliau kesehatan dan kekuatan dalam memimpin bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” tutur Bupati.

Pada kesempatan ini, Bupati Tuban dua periode ini memberikan pesan khusus kepada para santri Tuban. Santri Tuban diharapkan menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya.

“Rawatlah tradisi pesantren, tetapi juga peluklah inovasi zaman. Tunjukkan bahwa santri mampu menjadi bagian dari solusi bangsa — bukan sekadar penonton, tetapi pelaku perubahan,” pungkasnya (MS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here