Targetkan Eliminasi TBC Pada 2030, Pemkab Tuban Dorong Percepatan Indikator Dengan Bentuk Desa Siaga TBC

0
14

nubani.id – Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban menggelar Rapat Koordinasi Program Penyakit Menular Prioritas di Ruang Rapat Dandang Wacana Sekretariat Daerah, Rabu (24/9/2025).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat komitmen lintas sektor dalam pengendalian Tuberkulosis (TBC), Demam Berdarah Dengue (DBD), serta meningkatkan cakupan imunisasi di Bumi Wali.

Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, menyampaikan bahwa Indonesia saat ini menjadi negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia dengan lebih dari satu juta kasus baru setiap tahun.

Pemerintah pusat menargetkan eliminasi TBC pada 2030, dan Kabupaten Tuban didorong untuk mempercepat pencapaian indikator dengan cara pembentukan Desa Siaga TBC di setiap kecamatan.

“Penemuan kasus TBC di Tuban sudah mencapai 54 persen dari target 90 persen, investigasi kontak 58 persen, dan terapi pencegahan 17,5 persen. Artinya, perlu sinergi yang lebih kuat dari semua pihak agar target dapat tercapai,” terang Wakil Bupati Tuban

Lebih lanjut Joko Sarwono menambahkan selain TBC pihaknya menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap kasus DBD yang tercatat Januari sampai dengan bulan Agustus 2025 tercatat ada sebanyak 683 kasus dengan 12 kasus meninggal. Karenanya, Ia mengajak masyarakat untuk terus menggalakkan gerakan 3M Plus dan mengaktifkan kembali satu rumah satu pemantau jentik

Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan ini mengatakan program imunisasi mendapat perhatian serius, imunisasi merupakan langkah pencegahan paling efektif.

“Kalau target imunisasi terpenuhi, maka akan terbentuk kekebalan kelompok dan anak-anak kita lebih terlindungi,” ujarnya.

Plt. Kepala Dinkes P2KB Tuban, Roikan, menjelaskan kondisi terkini secara teknis. Untuk TBC, ia menyebut Kabupaten Tuban memiliki 39 faskes mikroskopis, 8 faskes pemeriksa TCM, serta 1 rumah sakit layanan TBC RO. Beberapa capaian indikator masih perlu ditingkatkan, khususnya dalam penemuan kasus dan terapi pencegahan.

Terkait DBD, Roikan menyampaikan bahwa jumlah kasus DBD pada 2025 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Upaya pengendalian pun terus ditingkatkan melalui program Pemberantasan Sarang Nyamuk 3M Plus serta pemantauan jentik di tiap rumah.

“Kematian akibat DBD tahun ini sebanyak 12 orang, meningkat dari 7 orang tahun 2024. Tantangan utama kita adalah mengoptimalkan PSN 3M Plus, pelaporan angka bebas jentik,” terangnya.

Roihan menjelaskan program imunisasi, capaian Kabupaten Tuban hingga Agustus 2025 berada pada kisaran 50–60 persen. Dari 33 puskesmas, 7 diantaranya sudah membentuk Desa Imunisasi Mantap (IMAN)

“Dinkes telah menerbitkan surat edaran untuk akselerasi layanan imunisasi, mendukung distribusi vaksin sesuai kebutuhan, serta melakukan supervisi dan bimbingan teknis bagi petugas,”

Pria berkacamata itu juga menyampaikan perkembangan Universal Health Coverage (UHC) Tuban yang saat ini mencapai 94,37 persen, dengan tingkat keaktifan peserta 73,74 persen.

“Masih ada sekitar 53 ribu jiwa yang perlu kita dorong agar target UHC 98,6 persen tercapai. Untuk itu dibutuhkan koordinasi lintas OPD. rakor ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi semua pihak untuk memperluas capaian pengendalian penyakit menular di Kabupaten Tuban,” pungkasnya (MS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here